“Daripada menanggung hukuman penjara, mending kau bacalah kiatnya dulu sambil terkekeh…” Saya Cuma Mau Keluar… Sebagai seseorang yang mendapuk dirinya bapak-bapak milenial zaman now, Daeng Sangkala memiliki ritus nongkrong di warung kopi bersama bapak-bapak lain yang semazhab dengannya. Sebagaimana malam-malam biasanya, hari itu mereka melarikan diri dari omelan istri-istri mereka dengan berbekal kopi, rokok, dan tentu saja yang tak boleh ketinggalan, permainan domino. Di lingkaran mereka juga terdapat Daeng Rewa, seorang haji pemilik warkop tersebut. Menghampiri tengah malam, permainan diakhiri. Mereka semua kembali ke peraduannya masing-masing. Daeng Rewa kembali ke rumahnya yang hanya berjarak tiga ruko dari warung kopinya. Sepulangnya dia, setelah membersihkan tubuh dan bersiap-siap hendak istirahat, baru saja rebahan, HP-nya tiba-tiba menyala. “Halo, Daeng Rewa, jam berapa besok buka warkop ta?” “Oe, siapa ini malam-malam telpong? Ini jam 2 malam!” bentaknya....